Hari Penghisaban ( Yaumul Hisab)

Dakwah Hijrah Islami, Hari Penghisaban ( Yaumul Hisab) Maksudnya adalah, pada hari itu Allah SWT menghitung seluruh amalan makhluk, baik amal baik maupun amal buruk. Kemudian amalan baik akan diganti-Nya dengan kebaikan sedangkan amal buruk diganti-Nya dengan kejahatan.

Gambar Hari Penghisaban ( Yaumul Hisab)


Sabda Rasulullah Tentang Hari Penghisaban ( Yaumul Hisab)

Rasulullah saw bersabda, “Setiap kalian akan berhadapan dengan Allah SWT dan Ia akan berbicara dengan kalian tanpa melalui seorang penerjemah.’ Ada yang mengatakan bahwa penghisaban itu dilaksanakan oleh Allah SWT dan Dia menghisab mereka sekaligus (tidak perorangan).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa orang-orang bertanya kepada Rasulullah saw, “Apakah kita dapat melihat Allah SWT akhirat nanti, wahai Rasulullah?” Beliau Rasulullah menjawab “Apa kalian tidak dapat melihat matahari dengan jelas di siang hari Saat cuaca cerah tidak berawan? Apakah kalian tidak dapat melihat bulan dengan jelas di malam hari saat cuaca cerah tidak berawan?” Mereka menjawab, “Kami bisa melihatnya, wahai Rasulullah.” Di akhirat nanti kalian juga bisa melihat Allah SWT seperti melihat matahari dan bulan itu.”

Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Lalu didatangkan hamba dan dikatakan kepadanya, “Bukankah telah Aku berikan pendengaran, penglihatan, harta dan anak kepadamu? bukankah telah Aku mudahkan bagimu binatang ternak dan ladang pertanian? Bukankah telah Aku jadikan kamu penguasa terhadap suatu kaum dan bukankah telah kamu ambil seperempat dari usaha dan hasil perkebunan mereka dengan kekuasaan yang ada pada kamu itu? (Biasanya para penguasa kaum mengambil seperempat dari hasil usaha kaum itu). Apakah kamu tidak mengira bahwa kamu akan menemui-Ku pada hari ini?” Orang itu menjawab, “Tidak, wahai Tuhan-Ku.” Allah lalu berkata, “Maka Aku lupakan kamu pada hari ini' sebagaimana dulu kamu melupakan-Ku'.” (Aku tinggalkan kamu di dalam adzab api neraka sebagaimana kamu meninggalkan mengenali-Ku dan beribadah kepada-Ku).

Kemudian didatangkan orang kedua dan kejadiannya sama seperti yang pertama. Demikian juga dengan orang ketiga. Ketika sampai pada orang berikutnya, ia berkata, “Wahai Tuhanku, aku beriman kepada-Mu, kitab-Mu, dan Rasul-Mu; aku shalat, bersedekah, ' puasa, dan melaksanakan kebajikan lain semampuku.” Allah berkata kepadanya, “Sekarang akan Aku datangkan saksi untuk  membuktikan kebenaran perkataanmu.” la bertanya, “Siapakah akan menjadi saksinya wahai Tuhanku?” Allah lalu menutup mulutnya dan menyuruh anggota tubuhnya yang lain untuk berbicara.

Allah SWT berfirman:
Gambar Qs AL-Isra ayat 14

Demikian sedikit penjelasan tentang Hari Penghisaban (yaumul Hisab), Semoga kita selalu senantiasa berbuat baik melakasanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya, Sehingga apa yang kita kerjakan di dunia bisa menjadi bekal kita di Ahirat nanti. Semoga bermanfaat, mohon maaf jika terdapat kesalahan pada artikel ini. Terima kasih.

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon