Surga Tidak Sebanding dengan Amal Baik

Dakwah hijrah islami, Surga Tidak Sebanding dengan Amal Baik ~ Surga adalah sesuatu yang tak ternilai oleh manusia. Seseorang tidak mencapainya semata mata dengan amal-amal baiknya, tetapi dengan kasih dan sayang Allah SWT . Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Tidak seorangpun di antara kalian akan masuk surga karena amal-amal baiknya saja. ” Para sahabat lalu bertanya, “Bahkan engkau, ya Rasulullah?” Nabi berkata, “Bahkan aku, kecuali jika Allah melindungi aku dengan kasih dan sayang-Nya.”


gambar surga tidak sebanding dengan amal baik


Penjelasan Hadist Surga Tidak Sebanding dengan Amal Baik 

Ayat-ayat berikut yang menyatakan bahwa surga adalah balasan terhadap amal baik, sepintas mungkin dianggap bertentangan dengan hadits diatas:



Allah SWT berfirman:


فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّاۤ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ  اَعْيُنٍ ۚ  جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
fa laa ta'lamu nafsum maaa ukhfiya lahum ming qurroti a'yun, jazaaa`am bimaa kaanuu ya'maluun



"Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan." (QS. As-Sajdah 32: Ayat 17)




Mereka itulah penghuni -penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. ” (QS. al-A’raf: 42)




Tetapi, jika diteliti lebih seksama, kedua ayat di atas tidak bertentangan dengan makna hadits tadi. Ayat-ayat tersebut menyatakan bahwa amalan-amalan baik merupakan sebab atau alasan, bukan harga, untuk masuk surga. Hadits di atas pun menyatakan bahwa'perbuatan perbuatan baik bukanlah harga untuk untuk masuk surga. Pada dua kelompok yang keliru mengartikannya: kelompok Jabariyah, yang menganggap bahwa maksud hadits tersebut ialah bahwa balasan tidak ada hubungannya dengan perbuatan seseorang, karena manusia tidak ada sangkut pautnya dengan amalan perbuatannya (segala sesuatunya telah ditakdirkan lebih dahulu); dan kelompok Qadariyah, yang menganggap hadits tersebut mengandung makna bahwa surga setimpal dengan amal perbuatan baik, dan manusia pantas masuk surga karena amal perbuatan baiknya.




Ada sebagian orang mengatakan mengenai anggapan bahwa pahala (balasan) merupakan hasil langsung dari amal baik seseorang, Kedua kelompok tersebut (Jabariyah dan Qadariyah) telah mengambil Pemahaman yang keliru, dan Allah SWT telah memberikan bimbingan-Nya kepada Ahlusunah. Bi yang digunakan untuk menyangkal (nafiy) 'tidak sama dengan bi yang digunakan untuk membenarkan. Bi dalam kalimat sangkalan (negatif) dalam hadits, Tidak seorang pun di antara kalian akan masuk surga karena amal perbuatan baiknya (bi 'amalihi),” adalah bi yang menunjukkan arti penggantian atau penukar, yakni amal perbuatan baik itu bukanlah harga untuk masuk surga. Pendapat mereka Sama dengan pendapat (yang salah) dari Mu’tazilah bahwa amal perbuatan baiklah yang memberikan hak bagi seseorang untuk masuk surga. Yang benar seorang akan masuk surga atau tidak, tergantung pada kasih dan sayang Allah SWT. Bi dalam ayat,


ۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. ” (QS. as-Sajdah: 17)



Adalah bi yang artinya kausatif (sebab akibat), sehingga pengertian ayat tersebut adalah: karena apa yang telah mereka kerjakan. Tetapi, Allah SWT adalah Pencipta dari sebab akibat tersebut. Jadi, segala sesuatunya tergantung pada kemurahan dan rahmat-Nya.




Maka dari itu disamping kita berbuat baik dan beramal shaleh, kita pasrahkan seluruh diri kita hanya kepada Allah SWT,dan selalu berprasangaka baik lah terhadap Allah, karena Allah maha mengetahui Apa apa yang terbaik untuk diri kita dalam segala hal. Dan kita tetap istiqomah dalam kebaikan. Semoga artikel dapat  bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan Anda.

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon