Ruh akan Berpisah dari Jasad

Dakwah hijrah islami, Ruh akan Berpisah dari Jasad ~ Beberapa ulama berpendapat bahwa kematian ruh terjadi setelah ia berpisah dari jasad, karena ruh adalah jiwa (nafs). Sesungguhnya kematian adalah hakekat yang menakutkan, dan pasti akan mendatangi seluruh jiwa yang hidup. Semuanya tidak akan kuasa menolaknya, tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang mampu menahannya. Setelah nanti kita mati Ruh pasti akan  berpisah meninggalkan Jasad kita.


Gambar Ruh akan terpisah dengan Jasad


Ruh akan Berpisah dari Jasad

 Allah SWT telah berfirman:

“ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian. ” (QS. Al-Imran: 185)

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa, dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. ” (QS. Ar-Rahman: 27) . 

Karena itulah, apabila para malaikat mati, maka ruh ruh manusia juga akan mati. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa ruh tidak mati. Hal ini berdasarkan beberapa hadits yang menunjukkan adanya nikmat dan siksa yang dirasakan ruh setelah kematian jasad, sampai Allah mengembalikanya pada jasad-jasad mereka. Andaikan kita mengatakan adanya kematian ruh, maka keterputusan nikmat dan siksa bagi ruh tersebut menjadi keniscayaan.

Hadits yang menunjukkan hal itu adalah hadits yang telah diriwayatkan oieh Ibn ‘Umar dari Nabi Muhammad Shalallahu alahi wassalam

“Apabila salah seorang di antara kalian meninggal, maka dihamparkan tempat duduknya di waktu pagi dan sore hari, Jika ia  termasuk penghuni Surga, maka ia menjadi penghuni Surga. Jika ia termasuk penghuni Neraka, maka ia menjadi penghuni Neraka, dan akan dikatakan kepadanya:  “Inilah tempat dudukmu, ' sampai Allah Ta 'ala membangkitkanmu kembali. "

Ketika Nabi Muhammad Shalallahu alahi wassalam, mengunjungi kuburan orang-orang Mukmin, Beliau bersabda:

“Salam sejahtera bagi kalian, wahai penghuni rumah orang. ' orang Mukmin (As-salamu 'alaikum dar qaumin mu minin). ”

Beliau tidak akan mengucapkan salam tersebut, jika ruh-ruh mereka tidak kekal. Karena itu, setelah kemenangan Nabi Muhammad Saw, dari orang-orang Musyrik dalam Perang Badar al-kubra, beliau beranjak ke kuburan Syafa al-Qulaib, tempat orang-orang musyrik yang terbunuh, dan memanggil mereka dengan nama-namanya dan nama-nama kakek moyang mereka seraya bersabda:


“Aku telah mempermudah kalian untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya.. Jika kami telah menemukan kebenaran dari apa yang telah dijanjikan Allah kepada kami, maka apakah kalian telah menemukan kebenaran dari apa yang telah dijanjikan Tuhan kalian kepada kalian? Umar berkata: 'Apa yang telah Anda bicarakan pada jasad-jasad yang tidak memiliki ruh itu, wahai“ Rasulullah?" Beliau bersabda : Demi jiwa Muhammad yang berada dalam genggaman-Nya! Kalian tidak mendengar ketika aku berbicara dengan mereka. ’ ”



gambar Ruh akan terpisah dengan Jasad


                     Ini adalah pendapat yang lebih benar. Sedangkan Firman Allah SWT:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Al-Imran: 185) 

Artinya bahwa setiap jiwa (zat) akan merasakan kematian, sebab berpisahnya ruh dengan jiwa tersebut. Adapun ruh dikecualikan dari kematian sejak peniupan pertama, karena ia tidaklah lazim untuk mati, binasa dan meninggal. Bahkan sebaliknya, ruh memiliki hak untuk mengeluarkan sesuatu dari batas kemampuannya.

Firman Allah SWT :

 “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. ' (QS. Ar-Rahman: 27)

Jawabannya adalah karena ruh tidak berada di atas bumi. sehingga kefanaanya tidak niscaya. Mutlak rasanya sebagai orang yang beriman harus mempercayai pada yang gaib, termasuk ruh pada manusia nanti setelah lepas dari raganya setelah mati. Dan kita harus percaya akan ketetapan Allah SWT pasti akan terjadi menurut Kehendak-Nya.

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon