Pengertian Sujud Sahwi, Tata Cara Sujud Sahwi

Dakwah hijrah islami, Sujud sahwi ~ Perkenankan kami berbagi, Hukum seputar Sujud Sahwi, salah satu diantara nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, Allah mengutus Nabinya dari kalangan manusia, sehingga memungkinkan bagi mereka untuk meniru Beliau dalam semua peristiwa kehidupannya, termasuk ketika Beliau Lupa dalam shalat, sehingga umatnya bisa meniru ketika Beliau ketika lupa dalam shalat.
gambar Pengertian sujud sahwi

Arti Sujud adalah gerakan di dalam shalat dimana kening atau jidat, kedua lutut, kedua telapak tangan dan ujung kedua jari kaki menempel pada tempat atau alas shalat.

Sahabat Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu pernah bercerita :
Suatu ketika Nabi Shallallahu‘  Alaihi Wa Sallam lupa jumlah raka'at ketika shalat, seusai shalat beliau ditanya para sahabat “ Apakah ada perubahan jumlah raka'at shalat?” Jawab Nabi Shallallahu ‘ alaihi wa sallam

“ Saya hanyalah manusia biasa, Saya bisa lupa sebagaimana kalian lupa. Jika saya lupa, ingatkanlah aku. Jika kalian ragu tentang jumlah raka’at shalat kalian, pilihlah yang paling meyakinkan dan selesaikan shalatnya. Kemudian lakukan sujud Sahwi.” ( HR. Bukhari dan Muslim)

Pengertian Sujud Sahwi 

Sahwi sendiri memiliki arti Lupa, disebut sujud sahwi karena sujud ini dilaksanakan apabila terjadi keragu-raguan atau lupa dalam shalat, untuk itulah sujud sahwi disyariatkan dalam rangka menutup kekurangan ketika shalat di sebabkan lupa, baik bacaan,gerakan atau yang lainnya.
Ada beberapa keadaan orang di syariatkan untuk melakukan sujud sahwi

1. Kekurangan Jumlah Raka'at
Ketika terjadi kekurangan raka’at dalam shalat Anda dan Anda baru sadar setelah shalat, maka Anda langsung menambahkan jumlahnya raka’at yang kurang dan melakukan sujud sahwi setelah salam.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wa sallam mengimami kami salah satu shalat siang, zhuhur atau Ashar. Ketika pada raka’at kedua, Beliau salam. Lalu beliau pergi ke sebatang kurma di arah kiblat masjid. Sementara diantara jamaah ada Abu Bakar dan Umar, namun keduanya takut berkomentar. Sementara jamaah yang punya urusan sudah keluar sambil mengatakan, “shalatnya di Qashar.”

Hingga datang sahabat yang bergelar Dzul Yadain mendekati Nabi Shallallahu ‘ alaihi wa sallam dan bertanya, “ Ya Rasulullah, apakah shalat diQashar ataukah Anda Lupa?”
Rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wa sallam menengok ke kanan dan kiri, “Betulkah apa yang dikatakan Dzul Yadain?”, jawab mereka , “Betul, Ya Rasulullah. Anda shalat hanya dua Raka’at.”
Lalu Beliau menambahi dua rakaat lagi sampai salam. Lalu beliau sujud sahwi dua kali, dipisah dengan duduk sebentar.  (HR. Bukhari dan Muslim)


2. Kelebihan Jumlah Raka'at

Ketika ada orang yang kelebihan jumlah raka'atnya maka langsung sujud sahwi setelah salam. Sahabat Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan, Rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami lima raka’at. Seusai shalat, kami bertanya, Apakah Anda menambah raka’at dalam shalat?” Lalu beliaupun mengatakan, “Apa yang terjadi?”,              “Anda telah mengerjakan shalat lima raka’at.” Jawab para sahabat.


3. Meninggalkan Tasyahud awal

Meninggalkan tasyahud awal karena lupa ada dua keadaan
                                                        
a. Dia baru teringat setelah berdiri sempurna ke raka'at berikutnya. Dalam kondisi ini dia tidak perlu turun lagi, dan melanjutkan shalatnya sampai selesai. Kemudian nanti sujud sahwi sebelum salam.
b. Dia teringat sebelum bangkit ke raka;at berikutnya. Dalam kondisi ini langsung duduk tasyahud dan melanjutkan shalat sampai selesai.

4. Ragu jumlah raka'at shalat
Ragu mengenai jumlah raka’at dalam shalat ada dua keadaan   

a. Orang yang ragu dalam jumlah raka’at dalam shalat dan dia bisa menentukan mana yang lebih meyakinkan, dalam keadaan ini dia ambil yang lebih meyakinkan, Kemudian dia sujud sahwi setelah salam.
b. Orang yang ragu dalam jumlah raka’at dalam shalat tapi dia tidak bisa menentukan mana yang lebih meyakinkan, dalam keadaan ini dia memilih yang lebih sedikit raka’atnya dan sujud sahwi sebelum salam.

Cara Melakukan Sujud sahwi

1. Cara sujud sahwi sama seperti cara sujud dalam shalat
2. Sujud sahwi dilakukan dua kali, dipisah dengan dudud sejenak.
3. Dan takbir dibaca dalam setiap kali turun sujud maupun bangkit dari sujud.

Sujud Sahwi bisa dilakukan sebelum atau sesudah salam, tergantung kasus yang terjadi dalam shalat.
Demikian artikel yang memuat tentang sujud sahwi, semoga bisa bermanfaat, dan kita jadi mengetahui bagai mana cara sujud sahwi yang benar.

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon