Manusia dan Ruh

Dakwah hijrah islami, Manusia dan Ruh ~ Manusia dan Ruh merupakan satu hal yang lekat. Ruh terdapat dalam manusia itu sendiri, makhluk ciptaan Allah swt yang memiliki peranan penting dalam kehidupan adalah manusia,  dan manusia juga dipandang sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya dibandingkan makhluk Allah yang lain, bahkan Allah menyuruh para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam Alaihi salam. Masyarakat barat memiliki pandangan bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki jiwa dan raga serta dibekali dengan akal dan pikiran, tapi banyak perbedaan pendapat disini. Mari kita bahas mendalam tentang manusia dan ruh

Gambar Manusia dan Ruh

2 Penjelasan tentang Manusia dan Ruh

Para ulama berbeda Pendapat mengenai hakikat manusia dengan perbedaan  yang cukup tajam. Adapun dipastikan menurut peneliti adalah dua pendapat : 

Pertama, Manusia adalah materi cahaya yang mulia (jism nurani ‘alawi) yang bergerak dan berbeda secara hakiki dengan materi indrawi. Ia mengalir dalam anggota badan seperti air dalam sumber air, aroma wewangian dalam minyak zaitun, dan api dalam arang, tidak menerima pergantian, penyalaan, pemisahan dan pemberian.  Ia memberi manfaat kepada badan, yang merasakan kehidupan dan yang mengiringinya selagi masih dapat menerima anugerah pancaran Ilahi, karena tiadanya tidak ada kejadian yang dapat mencegah aliran itu, seperti bercampur-aduknya dengan kesalahan. Jika percampur-adukan  kesalahan itu terjadi, maka terjadilah kematian, karena terputusnya aliran tersebut. 

Ruh adalah manifestasi materi cahaya yang mulia ini. Keduanya adalah sesuatu yang satu, dan Imam ar-Razi telah memuji ' pendapat ini. Imam ar-Razi juga mengatakan bahwa pendapat ini adalah pendapat mazhab yang kuat dan selaras dengan ayat yang terdapat dalam kitab-kitab Ilahi tentang kondisi kehidupan dan kematian.

Ibn aI-Qayyim dalam kitab ar-Ruh-nya mengatakan bahwa pendapat imam ar-Razi adalah benar dan yang lainnya adalah salah. Beliau telah merujuk kepada Al-quran, Sunah, Ijma sahabat, dalil al 'aql dan al-fithrah. Beliau juga telah menyebutkan seratus lima dalil  tentang ruh.

Kedua, Bahwa manusia bukan materi dan jasmani. Ia adalah ruh, dan tidak berada di dalam dan di luar alam, tidak berpisah dan tidak pula bersambung dengannya, karena hal itu merupakan esensi materi, sedangkan manusia bukan termasuk darinya (materi). Manusia saling berkaitan dengan badan dalam pengaturan dan perencanaan. Hal ini banyak diutarakan oleh kelompok teolog dari aliran filsafat, seperti al-Ashfahani, dan al-Ghazali. Adapun dari Mu’tazilah seperti Ma’mar, as-Salmi, dari Syi’ah, seperti Syekh al Mufid, dari  kelompok Karamiyyah, ahli Mukasyafah, ahli Riyadhah, dan kelompok kelompok lainnya. 

Pendapat yang mengatakan bahwa ruh adalah struktur materi yang empirik seperti yang dimaksudkan manusia dengan pernyataan “Aku” telah dibantah keras oleh Imam ar-Razi dengan tujuh belas argumentasi, baik naqliyah maupun ‘aqliyah. Diantaranya adalah ”bahwa struktur tersebut bersifat dinamis yang bisa bertambah, berkurang, layu dan bisa tumbuh, maka bagaimana mungkin ia menjadi manusia yang kekal dari usia awal hingga akhir hayatnya. Ada pula pendapat yang didasarkan pada sebuah hadits yang mengatakan bahwa jika mayat sesorang dibawa dalam peti mati, maka ruhnya berjingkrak-jingkrak di atasnya dan berkata m: 

“Wahai keluargaku, wahai anakku ! Janganlah kalian bermain-main dengan kehidupan dunia seperti 'yang telah aku lakukan Aku telah mengumpulkan harta benda dari tempatnya dan yang bukan tempatnya, kemudian aku meninggalkanya untuk orang lain. Kebahagiaan bagi mereka, sedangkan aku mendapatkan akibatnya, maka berhati-hatilah kalian dengan apa yang telah menimpa diriku. " 

Hadits di atas menjelaskan bahwa sesuatu selain jasad yang diusung ruh orang yang meninggal telah mengumpulkan harta benda dari yang halal dan haram. Dia akan memanggil-manggil sanak keluarganya sebagai peringatan, agar mereka tidak bermain-main dengan seperti yang telah dilakukannya. Maka ruh itulah yang dinamakan manusia, bukan jasad yang diusung dalam keranda mayat.

Demikian Sedikit penjelasan dari Dakwah Hijrah Islam tentang penjelasan Manusia dan Ruh, Semoga dapat bermanfaat untuk Anda semua, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dari artikel ini. Terima kasih.   Wallahu A`alam.

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon