Tanda hitam di dahi bekas Sujud, dan tata cara sujud yang benar

Dakwah hijrah islami, Tanda hitam di dahi ~ menjadi banyak perbincangan di masayarat umum. Banyak orang yang bertanya atau merasa aneh dengan tanda hitam yang berada di dahi, ada sebagian merasa risih, dan ada juga mengatakan orang yang punya tanda hitam di dahi itu riya. Benarkah tanda hitam di dahi atau jidat atau kening ini semata-mata karena sujud?, Apakah mereka yang memiliki  tanda hitam di dahi merupakan ahli ibadah?


Tentang tanda hitam didahi bekas Sujud (Kenapa?)


Perlu dimengerti, bagi orang yang mempermasalahkan perihal tentang tanda hitam didahi ini  harus banyak lagi mempelajari ilmu agama dengan ajaran yang benar berlandaskan Al Qur'an dan hadits shahih (Sunnah Nabi Shalallahu 'alahi wa sallam). Sehingga tidak salah mengartikan arti tanda hitam yang ada di dahi.

Betapa tidak banyak umat Islam di zaman ini yang malah merasa aneh melihat umat Islam yang rajin ibadah atau melihat seseorang yang memiliki dahi hitam. Orang yang rajin shalat 5 waktu dan berpenampilan sangat  islami, menutup auratnya dengan baik, terkadang dibilang sesat atau riya. Sementara sebaliknya melihat orang meninggalkan shalat, membuka aurat, mereka malah hal itu malah santai saja bahkan menikmati. Na'udzubillah....

Sebenarnya tanda hitam di dahi  bisa saja karena struktur atau bentuk  dahi seseorang yang berbeda-beda, sehingga tidak semua orang  memiliki tanda hitam dahinya meskipun sebenarnya mereka juga sama-sama rajin dalam shalat fardhunya, dan sering shalat malam (banyak sujud).

Tata cara Sujud yang Benar


Nabi Muhammad SAW bersabda:



“Hadits di atas menunjukkan yang dimaksud meletakkan dahi ketika sedang sujud tidak cukup dengan hanya menyentuhkan dahi di alas sujud. Kewajiban yang harus dilakukan adalah memberikan beban kepala dan leher pada tempat sujud sehingga dahi itu dalam posisi yang kuat dan kokoh di tempat sujud. Ini memilki artinya jika orang yang melaksanakan shalat bersujud di atas kapas, atau rumput maka orang tersebut wajib menekankan kepalanya sehingga benda atau alas sujud yang menjadi tempat sujud itu tertekan karenanya dan seandainya tangan orang yang sujud tersebut diletakkan di bawah benda tadi maka akan meninggalkan  bekas di tangan. Sujud tersebut dianggap sujud yang tidak sah  Jika cara sujud  ini tidak dilakukan dengan benar menurut pendapat yang paling kuat dalam pandangan para ulama bermazhab syafii.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan khulafaur rasyidin adalah orang yang paling paham dalam menerapkan ketentuan ini dalam shalat yang dilaksanakan. Namun fakta yang terjadi bahwa tidak ada sama sekali tanda hitam di dahi mereka sebagaimana pembahasan diatas.

Jika saat ini anda yang sujud secara benar sesuai hadits diatas, kemudan muncul tanda hitam di dahi Anda, janganlah berkecil hati, tidak perlu pula yang mempunyai tanda hitam di dahi harus minder, menutupnya dengan topi atau peci dan sebagainya, karena kondisi ini sesuai niat, apakah dengan dahi hitam itu Anda akan merasa bangga kepada manusia, menyampaikan pesan bahwa saya ini adalah ahli ibadah. Maka jagalah keikhlasan dalam beribadah hanya kepada Allah SAW, jangan berharap dipuji manusia.

Jika anda memiliki tanda hitam di dahi, maka jagalah hati Anda. Karena tanda itu memang akan menggugurkan pahala Anda ketika Anda punya niat lain di hati saat terlihatnya dahi yang mulai hitam. Karena Ketaatan sesorang tidak diukur dari tanda hitam yang ada di dahi. Semoga bermanfaat.

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon