Beberapa Dalil tentang Kebangkitan

Dakwah Hijrah Islami, Beberapa Dalil tentang Kebangkitan ~ Al-Quran Alkarim telah banyak memberikan dalil-dalil tentang adanya ba’tas yakni pembangkitan kembali setelah kematian . Al-Quran juga mengambil pembuktian dengan adanya keciptaan serta pertumbahan yang pertama yakni sewaktu di dunia ini, lalu dipersamakan dengan penciptaan dan pertumbuhan yang kedua nanti. Dijelaskannya bahwa Allah Ta’ala adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu, juga Maha Mengetahui segala sesuatu, sehingga tidak sukarlah bagi-Nya untuk mengembalikan tubuh-tubuh yang sudah berserakan dan tulang-tulang yang telah remuk dan hancur itu sebagaimana semula, karena memang langsung kekuasaan-Nya itu kepada segala yang ada, bahkan tidak satupun yang tersia-sia ataupun hilang dalam pandangan-Nya karena amat luas sekali sifat ‘ilmu-Nya itu.

gambar Beberapa Dalil tentang Kebangkitan

Beberapa Dalil yang menjelaskan tentang Kebangkitan

Dalam hal itu Allah Ta'ala berfirman :

وَضَرَبَ لَـنَا مَثَلًا وَّ نَسِيَ خَلْقَهٗ  ۗ  قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ
wa dhoroba lanaa masalaw wa nasiya kholqoh, qoola may yuhyil-'izhooma wa hiya romiim
"Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?" QS. Ya-Sin 36: Ayat 78) 
gambar QS. Ya-Sin 36: Ayat 78 
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 78)

Manusia dengan pertumbuhan terjadinya, berpindah-pindahnya dari suatu keadaan kepada keadaan berikutnya, bahkan juga bumi dengan segala tumbuh-tumbuhan yang ada diatasnya & semuanya adalah merupakan bukti kemaha-kuasaan serta kemaha-Agungan Allah SWT .

Dalam hal ini Allah Ta'ala berfirman :
“Hai sekalian manusia, jikalau kamu semua masih ragu-ragu, terhadap hari ba’ats (kebangkitan dari mati), maka ingatlah bahwa Kami (Allah) telah menciptakan kamu semua dari tanah," kemudian dari setetes air mani, lalu berupa darah beku, lalu menjadi segumpal daging, yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, supaya Kami dapat menjelaskan kepadamu. Kami menetapkan manusia itu dalam rahim (kandungan ibunya) selama masa yang Kami kehendaki, Sampai waktu yang ditentukan. Selanjutnya Kami mengeluarkan kamu semua sebagai seorang anak bayi, seterusnya kamu semua mencapai usia dewasa. Sebagian dari kamu semua ada yang dimatikan dan sebagian lagi ada yang diantar sampai kepada usia yang sangat lanjut, sehingga ia tidak mengetahui apa-apa lagi, padahal dulu pernah mengetahuinya. Dan engkau lihat bumi itu kering, tetapi apabila Kami turunkan air hujan diatasnya iapun bergerak, menggembung dan menumbuhkan segala macam tanaman yang indah permai. Demikianlah keadaannya, karena sesungguhnya Allah itulah yang sebenarnya (haq) dan sesungguhnya Dia dapat menghidupkan apa-apa yang telah mati dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tiada diragukan lagi kejadiannya dangambar QS-Haj

Penjelasan  :
Yang dimaksud dengan Tanah disini ialah : Unsur-unsur dari padanya terbentuklah tubuh manusia itu adalah sama dengan unsur-unsur yang dari padanya terwujudnya tanah. Unsur-unsur ini berpindah dari tanah yang ada dibumi ketubuh manusia melalui makanan yang dimakannya yakni yang berasal dari tanam-tanaman yang tumbuh dibumi itu.

Renungkanlah baik-baik, jikalau Allah Ta'ala itu Maha Kuasa untuk membuat langit dan bumi dan bahkan masih terus juga menciptakan lain-lainnya lagi, memberi rezeki dan menghidupkan serta mematikan, maka apakah jauh perbedaannya segala sesuatu yang dapat disaksikan ini dengan akan diulanginya sekali lagi penciptaan seluruh makhluk itu dan dibangkitkan sebagaimana keadaannya semula ?

Allah Ta’ala berfirman:
اَفَعَيِيْنَا بِالْخَـلْقِ الْاَوَّلِ ۗ  بَلْ هُمْ فِيْ لَبْسٍ مِّنْ خَلْقٍ جَدِيْدٍ
a fa 'ayiinaa bil-kholqil-awwal, bal hum fii labsim min kholqin jadiid
"Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? (Sama sekali tidak), bahkan mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru." (QS. Qaf 50: Ayat 15) 
Sebenarnya mengingkari akan adanya kebangkitan kembali setelah mati yakni mengulang kehidupan untuk kedua kalinya, padahal telah banyak uraian-uraian yang jelas dan bukti-bukti yang nyata, baik yang ada dalam diri ataupun dengan meneliti keadaan makhluk lain-lain di alam semesta ini, maka mengingkari yang sedemikian itu benar-benar tidak ada artinya lagi.

You might also like

0 Comments


EmoticonEmoticon